Distributor Ilmu

2 Comments

Mawar : Asiik, gue lulus. Gaji untuk sarjana kayak gue kira-kira berapa ya?

Bunga  : Oke, strata pendidikan meningkat, berarti gaji gue juga meningkat.

Senangnya yang sudah mendapat gelar sarjana ataupun gelarnya bertambahūüôā

Tapi sepertinya dua tokoh di atas bahagia bukan karena ilmu yang mereka miliki bertambah, tapi karena mereka akan semakin dihampiri oleh rupiahūüėČ

*agak sedikit curhat

Saya mengambil jenjang pendidikan D3. Perbandingan kegiatan belajar yang bersifat teori dan praktik agak berbeda dengan mereka yang mengambil jenjang pendidikan S1. Mahasiswa D3 lebih ke arah tukang, sedangkan mahasiswa S1 lebih ke arah mandor. Lulusan D3 lebih aplikatif dibandingkan lulusan S1.

Tapi yang akan saya bahas di sini bukan tentang kehebatan tukang ataupun mandor, melainkan seberapa pantaskah kita menyandang gelar yang diberikan oleh institusi pendidikan kita?

Lihat tokoh Bunga. Dari “ucapannya” saja kita sudah dapat menganalisis bahwa Bunga adalah seorang pekerja yang melanjutkan studinya untuk “perubahan yang lebih baik”. Ia meyakini bahwa strata pendidikan berbanding lurus dengan pendapatan. Emm, mungkin benar, mungkin juga tidak. Saya tidak ingin membahas berapa banyak mahasiswa yang tidak pernah lulus dari kampusnya tetapi justru menjadi daftar orang terkaya versi majalah ForbesūüėČ.Saya hanya ingin menyarankan, menyadarkan, dan mengayomi anda-anda yang sedang menjalani studi ataupun berniat untuk melanjutkan studi agar tidak berfokus pada rupiah semata. Fokuslah pada ilmu yang akan anda dapatkan. Fokuslah pada besarnya kontribusi yang dapat anda berikan jika ilmu anda bertambah, fokuslah terhadap pengabdian yang akan anda serahkan, dan fokuslah terhadap kualitas dan kapabilitas anda nantinya.¬† Agak sedikit idealis memang, tapi tidakkah kebahagiaan dan kebanggan menjadi distributor ilmu bagi negara sendiri kau dapatkan? Tuntutlah ilmu, maka nilai akan mengikutimu.

For u, my lovely Indonesia

Merah (Tidak) Sama Dengan Hijau

Leave a comment

Oke. Ini adalah tentang realita di kehidupan sehari-hari saya dan anda. Bisa juga dikatakan realita kehidupan kita, dengan catatan prinsip kita sama, yaitu “Merah (Tidak) Sama Dengan Hijau”.

Ada 2 kesalahan yang dijadikan sebagai kebiasaan oleh para pengendara (khususnya motor) yang sering diabaikan dan dianggap sangat lazim.

1. Lampu merah sama dengan lampu hijau.

Ini memang hal sepele. Tapi pernahkah anda bayangkan, seberapa lancar dan rapinya lalulintas di negara ini khususnya DKI Jakarta apabila setiap pengendara mau bersabar dan sadar akan peraturan?

“Iya sih, pasti jd lebih lancar. Tapi kl cuma saya sendirian ya ga berpengaruh. Mendingan saya ikut yg lain aja. Lagian juga kan jd cepet nyampe”.

Iya cepet nyampe, tp apa pernah anda berpikir tentang hak orang lain?¬† Bagaimana dengan kendaraan lain yg ingin menggunakan haknya untuk tetap tancap gas? Why don’t u wait for a minute for a better Jakarta and Indonesia? Is it that hard?

2. Tidak berhenti di belakang garis putih

“Jangankan berhenti di belakang garis putih, berhenti saat lampu merah juga udah bagus kok.”

Hemm, gini nih. Tau apa manfaatnya berhenti di belakang garis putih? Have u imagine how glad and safe pedestrian are for crossing road through the zebra cross? Untungnya sekarang udah mulai ada sistem tilang elektronik. Saya sih berharap sistem itu tidak hanya diberlakukan di jalan-jalan utama, tapi juga di jalan-jalan kecil. Hal ini menurut saya penting, karena masyarakat Indonesia sangat sulit untuk mengemudi secara sabar dan sadar.

Sabar akan ketidak-karuan pengendara yang tidak intelek dan sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan.

For u, my lovely Indonesia.

Web Service (2)

Leave a comment

Service ‚Äďoriented Architecture


Untuk membangun aplikasi terdistribusi yang baik dan fleksibel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  • Ketika mengintegrasikan resources perangkat lunak, resources harus bisa digabungkan, meskipun resources berbeda dan terpisah.
  • Komunikasi interprogram harus sesuai dengan standart internet.
  • Interface layanan dari resources perangkat lunak harus dipublikasikan untuk digunakan secara umum, dan definisi interface dan dokumentasi harus bisa diakses secara umum.

Service-oriented architecture terdiri dari tiga role penting, yaitu service provider, service consumer, dan service broker.

  1. Service Provider

Service provider adalah sebuah More

Web Service

1 Comment

Aplikasi terdistribusi

Aplikasi terdistribusi adalah suatu aplikasi yang seluruh processing requirementnya terdiri dari beberapa komputer, dan datanya bisa disimpan di beberapa lokasi (secara fisik), tetapi fungsi logikanya tidak ditentukan oleh topologi fisiknya yang digunakan untuk mengimplementasikan aplikasi tersebut.

Mengapa kita membutuhkan Aplikasi Terdistribusi ?

Yang mendorong pemrosesan dan penyimpanan data menjadi terdistribusi adalah :

1.      Biaya Mainframe

Dalam aplikasi terdistribusi, semua komputer dapat saling bertukar data. Dalam melakukan pertukaran data, setiap komputer tidak diharuskan untuk memiliki mainframe yang sama, sehingga biaya mainframe dapat ditekan.

2.      Kepimilikan data

Data dapat diakses  bebas tanpa adanya perizinan dari pemiliknya, karena  tanggung jawab me-manage data tidak didelegasikan.

3.      Keamanan

Untuk sebuah organisasi, sebagian besar datanya harus dapat diakses dengan mudah. Namun, data perusahaan yang sensitive harus tetap diamankan, sehingga aplikasi terdistribusi itu men-segmantasi (membagi) data secara fisik (antara data yang secure dan data yang easily accesible).

Aplikasi terdistribusi sebagai service provider

Aplikasi terdistribusi menyediakan layanan yang fungsional  More

Guestbook dengan Database (MySQL)

Leave a comment

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.

Terdapat beberapa API (Application Programming Interface) tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman untuk dapat mengakses basis data MySQL antara lain: bahasa pemrograman C, C++, C#, bahasa pemrograman Eiffel, bahasa pemrograman Smalltalk, bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman Lisp, Perl, PHP, bahasa pemrograman Python, Ruby, REALbasic dan Tcl. Sebuah antarmuka ODBC memanggil MyODBC yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung ODBC untuk berkomunikasi dengan basis data MySQL. Kebanyakan kode sumber MySQL dalam ANSI C.

sumber : id.wikipedia.org/wiki/MySQL

Berikut ini akan saya paparkan bagaimana cara menyimpan guestbook ke dalam database dan juga melihatnya dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP.

Download Membuat Guestbook (SQL)

OOP PHP

Leave a comment

Sejak tahun 1995 hingga pertengahan tahun 2004, PHP masih merupakan bahasa pemrograman yang terstruktur. Namun, pada Juni 2004 Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming) ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Pengertian OOP (Object Oriented Programming)

OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming. OOP adalah suatu metode pemrograman yang berorientasikan kepada object, dimana semua data dan fungsi di dalam metode ini dibungkus didalam class-class atau object-object. Setiap object yang kita buat dapat menerima pesan, memproses data, dan  mengirim pesan/data ke object lainnya, dalam bahasa jawanya pemrograman berorientasi objek, yaitu mengganggap bahwa segala sesuatu dalam bahasa pemrograman adalah object, benda seperti dalam dunia nyata. Bahkan variable pun bisa dianggap sebagai object (pada pemrograman yang OOP banget, macam java, javascript). Sekarang PHP mulai versi 5.x sudah mendukung secara penuh konsep OOP. Pada versi 4.x memang kita sudah bisa menggunakan OOP, tetapi core engine PHPnya sendiri belum begitu mensupportnya. Jadi jika anda ingin menggunakan konsep OOP dalam konstruksi logic web anda, lebih baik gunakan PHP versi 5.x. Saat ini sudah banyak hosting yang sudah mengupgrade versi PHPnya.

OOP dalam PHP hampir mirip dengan OOP pada java. Jika anda sudah pernah belajar java atau javascript, OOP dalam PHP tidak begitu bermasalah. OOP PHP berbeda dengan PHP struktural. Pada OOP kita bisa membuat sebuah class yang berisi semua fungsi-fungsi yang biasa digunakan untuk proses web, misalkan proses query database, proses login, proses regular expression dll.Ingat bahwa fungsi dalam OOP adalah method. Dari class tersebut bisa dibuat sebuah object yang memiliki semua method yang saya sebutkan tadi, proses query, proses login, proses reqular expression dll. Tambahan lagi, dengan menggunakan OOP, pembuatan program menjadi lebih mudah dan cepat begitu juga konsistensi program akan terjaga. Anda juga bisa membuat template web dengan menggunakan OOP dimana ada method yang bertugas untuk membuat tampilan, misalkan tampilan header, sidebar, footer dll.

sumber : id.wikipedia.org/wiki/PHP, mayazyaze.wordpress.com

Berikut ini adalah contoh latihan menggunakan konsep OOP pada PHP

Download Latihan OOP dengan PHP

1/2 Lebih Banyak Daripada 1

2 Comments

Banyak dari kita yg masih menganggap hebat, membangga-banggakan, menyanjung, bahkan ada yg mengagung-agungkan mereka yg dianggap tahu segalanya. Engeh ga sih kl kita tertipu? Sebenernya¬† mereka hanya tahu sedikit dari banyak, bukan banyak dari sedikit. HeheūüėÄ

Meskipun ngerasa ditipu, saya tetap respect kok sama mereka yg tahu banyak dari sedikit. Tapi respect saya ke mereka ga segitunya dibandingkan dengan orang-orang yg lebih memilih untuk menjadi ahli daripada manusia yg “setengah-setengah”. Ga dipungkiri, hampir semua dari kita pengennya tau segalanya. Padahal, (menurut saya) box-box di otak kita tuh ga bisa menampung semua hal yg pengen kita kuasai kalau itu terlalu banyak. Kenapa sih kita ga mencoba buat menguasai satu atau dua hal aja? Buat orang-orang yg tinggal di Indonesia dan masih mencari ridho manusia di sekitarnya, pasti bakal jawab “Kalo cuma tahu satu ato dua hal, bisa dianggap ga asik gue”. Mungkin ada juga yg berpikir “Ah, ntar dianggap ngebosenin lagi”. Ckckck, gini nih salah satu kelemahan negara kita.¬† Minimnya tenaga ahli.

Mereka yg ahli dalam suatu bidang, mungkin memiliki “pengikut” yg lebih sedikit dibandingkan mereka yg “setengah-setengah”. Kebanyakan “para ahli” dianggap More

Older Entries